Pengemis
& Manager
Manager : Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak..?
Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya udh makan 3x koq
Manager : Loh..? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?
Pengemis : Kayak org susah aja..! Td pagi saya sekeluarga abis ngerayain ultah anak saya yg kelima di Mc. Donald bareng guru2 & tmn2 sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan BBM saya, mrk lg makan di Pizza HUT tau!
Manager sampai kebingungan dan berkata : “Emank bapak ngemis 1 hari dapet brp..?”
Pengemis : Nih ya.. Saya kasi tau..!! Saya ngemis dari jam 07.00-17.00.
Lampu merah atau hijau waktunya 60 detik.
Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet Rp 2.000.
1 jam = 60 kali lampu merah
Hijau, berarti 60 x 2.000 = 120.000 /jam
1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.
9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari.
1 bulan saya kerja 26 hari.26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/bulan
Manager sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu
Pengemis berkata : Emang mas jadi manager, gaji per bulannya brp..?
Manager : 6.000.000 :(
Pengemis : Ijasah..?Manager : S-2
Jin
Pengabul Keinginan
JIN : HUAHUAHUHAUHAUHA……..UHUKUHUK Kalian sudah
membangunkan aku dari tidurku sebutkan 1 permintaan kalian?
Remaja
1 : wooww asiiiiiik, saya minta BIR/Minuman Keras terenakkkkkkkkk!!!
JIN
: OKEEEE (di siapkanlah ruangan dengan penuh bir berkelas dunia untuk 10 tahun)
Remaja
2 : Giliran gue nih, gue minta cewek yang asiiiiik banget !!
JIN
: Itu mah gampaang! (disiapkannya ruangan dengan cewe cantik cantik selama 10
tahun)
Remaja
3 : kalau gue mah, minta rokok yang paling UWENAAAAK !
JIN
: NIH MAKAN TUH ! (disiapkannya ruangan penuh dengan rokok dari seluruh dunia
selama 10 tahun)
10 tahun kemudian!
Keluarlah
mereka dari tempat persembunyiannya masing-masing ..
Remaja
1 jalan sempoyongan dan akhirnya meninggal karena terlalu banyak meminum bir…
Remaja
2 jalan dengan sangat lemas karena terkena AIDS
Remaja
3 jalan dengan gagah…
JIN
terheran heran lalu bertanya : kok lo sehat amat?
Remaja
3 : JIN KAMPRET ! korek apinya manaaa?
Siapa
Agen Wanita Yang Paling Cepat
Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara
berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara berpikirnya mengandalkan LOGIKA
(L) . Mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah
mereka masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan….
M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek.
L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.
M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan.
L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat.
M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich…..
L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya.
M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit…
L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.
Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika (L). Gadis matematis (M) tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Gadis Logika (L) datang.
M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?
L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.
M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?
L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga mengejar saya.
M : Dan… dan..
L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap…
M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?
L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya..
M : Oh… Lalu apa yang dilakukan pria tadi?
L : Sesuai dengan logika… Dia menurunkan celananya…
M : Oh tidak… Lalu apa yang terjadi kemudian?
L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan celananya… :P
M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek.
L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.
M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan.
L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat.
M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich…..
L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya.
M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit…
L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.
Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika (L). Gadis matematis (M) tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Gadis Logika (L) datang.
M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?
L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.
M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?
L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga mengejar saya.
M : Dan… dan..
L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap…
M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?
L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya..
M : Oh… Lalu apa yang dilakukan pria tadi?
L : Sesuai dengan logika… Dia menurunkan celananya…
M : Oh tidak… Lalu apa yang terjadi kemudian?
L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan celananya… :P
Rokok Sang Kiai
Ini
cerita Gus Dur yang terjadi ketika dia masih menjadi santri di pondok Tambak
Beras, asuhan Kiai Fattah. Malam itu listrik sedang padam, sehingga keadaan di
pondok gelap gulita. Kiai Fattah sedang merokok dengan santri di luar rumah.
Tidak berapa lama, salah seorang santri lewat. Melihat ada yang sedang merokok,
maka santri tadi mendekatinya dengan berkata, ”Sak sedotan , Kang.” Maksudnya
minta barang satu isap saja sebagaimana kebiasaan yang berlaku umum antar
sesama santri di pesantren. Maka, Kiai Fattah pun diam-diam memberikan rokok
yang sedang dihisapnya.
Pada
saat dihisap oleh si santri, maka nyala rokok itu pun menimpa wajah kiai.
Begitu mengenali wajah si empunya rokok, seketika si santri tunggal langgang
sembali membawakan rokok sang kiai. ”Hei rokokku ojo digawa (jangan
dibawa kabur)!” teriak sang kiai.
Salah
Masuk Tempat Mandi
Seorang
Mahasiswa yang sedang menempuh KKN (Kuliah Kerja Nyata, red) di sebuah
pedalaman, tidak sadar telah menggunakan tempat mandi umum untuk wanita.
Kebetulan saat itu, seorang gadis lugu yang baru memasuki usia remaja, sedang
berjalan memasuki tempat mandi yang tengah digunakan sang mahasiswa.
Sang
gadis itu pun terkejut melihat pria ‘bingung’ yang sedang buang air kecil.
Sambil berusaha membuang rasa malu, sang gadis pun melempar pertanyaan, “Hah,
(terkejut sesaat, red) apa itu di antara pahamu kak?”
Dengan
sedikit bingung dan menyambut senyuman sang gadis, mahasiswa itu pun menjawab,
“Itu bunga dik, jika disentuh gadis cantik pasti akan mekar”.
Sang
mahasiswa pun berusaha membenarkan celana sambil menutup resletingnya,
bermaksud keluar dari tempat mandi itu.
Namun
sang gadis justru penasaran, dan memaksa untuk melihat ‘bunga’ tersebut.
“Benar, bisa mekar, dia mekar,” teriak sang gadis setelah menyentuhnya.
Sesampainya
di rumah, sang gadis itu pun bercerita pada sang kakak yang kebetulan mengenal
mahasiswa yang sedang KKN tersebut. “Dasar Mahasiswa pembohong, dia bilang
padaku itu terompet, jadi aku meniupnya!” hujat sang kakak.
Beras
Warisan Sang Istri
Lebih
dari empat puluh tahun hidup berdua dengan sang istri, Bardhono masih saja
penasaran dengan satu rahasia yang disimpan rapat oleh istrinya. Rahasia itu
dalam bentuk sebuah peti besi yang terkunci dan ditaruh di kolong tempat tidur
selama berpuluh-puluh tahun. Hingga akhirnya sekarang istrinya sedang tergolek
sakit, dan Bardhono pun duduk di sampingnya sambil mengelus-elus tangannya.
Karena
masih penasaran dengan rahasia itu, maka Bardhono bertanya, “Istriku, maukah
kau menceritakan rahasia isi peti besi di kolong tempat tidur ini?”
“Mas,
maukah kau berjanji akan memaafkan aku setelah tahu rahasiaku itu?” pinta sang
Istri.
“Tentu
dik, aku akan memaafkan kamu,” jawab Bardhono spontan.
“Bukalah
peti itu,” kata istrinya sambil menyerahkan sebuah anak kunci.
Bardhono
pun segera menarik peti dari kolong tempat tidur. Sedikit terkejut, karena
dalam peti itu dilihatnya empat kaleng beras dan setumpuk uang berjumlah satu
juta rupiah.
Lalu
dengan suara terbata-bata istrinya berkata, “Mas… saya minta maaf, selama kita
hidup sebagai suami istri, saya tidak sepenuhnya setia padamu. Setiap kali saya
melakukan selingkuh, saya taruh sekaleng beras ke dalam peti itu.
Terharu
dengan pengakuan istrinya, Bardhono pun menjawab, “Istriku, aku pun minta maaf.
Selama ini aku pun tidak setia padamu. Terutama saat kau hamil dulu. Kamu cuma
empat kali, sedangkan aku lebih banyak dari itu, jadi sekarang kita anggap saja
seri.”
Bardhono
terdiam sejenak dan lalu bertanya dengan penuh perasaan pingin tahu, “Tapi
omong-omong uang yang satu juta rupiah itu untuk apa?”
“Ooo….
dulu kalau petinya sudah mulai penuh beras, maka beras itu saya jual, dan uang
itulah hasilnya,” kata istrinya.
Bardhono,
“???”
Seleksi
Karyawan
Anda
sedang menseleksi calon karyawan baru?? Ada segudang pertanyaan yang dapat
diajukan untuk mengetahui cara berfikir dan wawasan mereka. Salah satu contoh
pertanyaan yang dapat diajukan. Untuk test bagi calon karyawan sebagai
berikut.
Seorang
manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan dikantornya. Setelah
membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang
cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan
saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau
tidak. Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview.
Si
Manager lalu mengajukan 1 pertanyaan : “setahu Anda, apa yang bergerak
paling cepat?”
Kandidat
I menjawab, “PIKIRAN”. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa
peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah
yang bergerak paling cepat yang saya tahu”.
“Jawaban
yang sangat bagus”, sahut si Manager. “Kalau menurut Anda?”,
tanyanya ke kandidat II.
tanyanya ke kandidat II.
“Hm….KEJAPAN
MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah
berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya”.
”Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ’sekejap mata’ untuk menggambarkan
betapa cepatnya sesuatu terjadi”.
Si
manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.
“NYALA
LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui”, jawabnya, “Saya sering
menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat
itu juga menyala” Si manager terkesan dengan jawaban.
Kandidat
III. “Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya”, pujinya.
Dilirik
oleh sang manager, kandidat IV menjawab, “Sudah jelas bahwa yang paling cepat
itu adalah DIARE”
“APA???!!!”,
seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.
“Oh
saya bisa menjelaskannya” , kata si kandidat. “Dua hari lalu kan perut saya
mendadak mules sekali.
Cepat-cepat
saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA
atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana”
Tentu
saja kandidat terakhir yang diterima….
Atlet Berlari dikejar Serdadu
Hampir
tak ada negara yang rela ketinggalan mengikuti Olimpiade . Acara empat tahunan
itu merupakan salah satu cara promosi negara masing-masing. Dan tentu saja ,
peristiwa ini juga sangat bergengsi karena acara ini diliput oleh semua media
massa negara peserta. Wajarlah kalau setiap negara berusaha mengirimkan atlet
terbaiknya, dengan harapan mereka bisa mendapatkan emas. Begitulah sambutan Gus
Dur saat melepas tim Indonesia ke Olimpiade Sidney yang baru lalu.
Gus
Dur lalu bercerita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Suriah. Pada waktu
Olimpiade beberapa tahun yang lalu, tuturnya, kebetulan pelari asal Suriah
merebut medali emas. Sang pelari mampu memecahkan rekor tercepat dari pemenang
sebelumnya, bahkan selisih waktunya pun terpaut jauh.
Maka,
dia langsung dikerubuti wartawan karena punya nilai berita yang sangat tinggi.
“Apa sih rahasia kemenangan anda?” tanya wartawan.
“Mudah saja,” jawab si pelari Suriah, enteng, “Tiap kali bersiap-siap akan start, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang mau menembak saya.”
“Apa sih rahasia kemenangan anda?” tanya wartawan.
“Mudah saja,” jawab si pelari Suriah, enteng, “Tiap kali bersiap-siap akan start, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang mau menembak saya.”
Kutbah
Nasrudin
Suatu
ketika, orang-orang di kota mengundang Nasruddin untuk menyampaikan khutbah di
sebuah majelis.
Ketika
tiba di mimbar, dia mendapati bahwa sebagian besar hadirin dalam majelis itu
tidak terlampau bersemangat untuk mendengarkan khutbahnya. Sesudah menyampaikan
salam, Nasruddin bertanya kepada hadirin, “Apakah kalian tahu apa yang akan
saya sampaikan dalam khutbah ini ?” Hadirin serempak menjawab, “Tidak !” Sebab
itu Nasruddin berkata, “Aku tidak punya keinginan untuk berbicara kepada
orang-orang yang tidak mengetahui apapun tentang apa yang akan aku bicarakan”
kemudian berjalan turun dari mimbar dan meninggalkan majelis.
Orang-orang
merasa tidak enak hati kepadanya dan mengundangnya lagi pada keesokan harinya.
Keesokan
harinya, sesampai di mimbar, Nasruddin mengulang pertanyaan yang sama dan
hadirinpun menjawab, “Ya !”. Maka Nasruddin berkata, “Baiklah, karena kalian
sudah tahu apa yang akan aku katakan maka aku tidak akan membuang waktu kalian
yang sangat berharga.” Kemudian ia turun dari mimbar dan berjalan pulang. Kali
ini orang-orang benar-benar dibuat bingung dan akhirnya mereka memutuskan untuk
mencoba sekali lagi dan mengundangnya agar datang lagi minggu depan
menyampaikan khutbah.
Minggu
depannya, ketika naik mimbar, Nasruddin lagi-lagi bertanya yang sama, “Apakah
kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini ?” Kali ini hadirin
sudah bersiap-siap untuk pertanyaan itu, maka sebagian dari mereka menjawab
“Tidak !” dan sebagian lagi menjawab “Ya !”
Nasruddin
pun berkata lagi, “Baiklah, kalau begitu sebahagian yang sudah tahu bisa
menceritakan kepada sebahagian lainnya yang belum tahu” dan ia pun kemudian
turun meninggalkan mimbar.
Fatwa Menikah
Suatu sore di akhir Ramadhan, beberapa orang ikhwah tampak sedang bercengkrama di teras masjid Baitul Hikmah, Cilandak sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mereka semua adalah para peserta I’tikaf Ramadhan yang datang dari tempat yang berbeda-beda. Dan mereka kini terlibat pembicaraan serius tentang kegiatan dakwah di kampusnya masing-masing. Beberapa saat kemudian datang seorang Ikhwah dengan tergesa-gesa, membawa suatu kabar.
” Assalamualaikum wr wb, Ikhwan semua, antum sudah dengar belum ada fatwa terbaru dari Dewan Syariah, baru keluar pagi tadi lho !”
Dengan serempak mereka menjawab,
” Waalaikum salam, fatwa terbaru tentang apa akhi ? ”
” Tentang Menikah !”
” Menikah ? apa saja isi fatwa tersebut ? ”
” Isinya cuma satu pasal tapi penting, bahwa mulai sekarang seorang Ikhwan tidak boleh menikah dengan akhwat satu kampus.”
Semua ikhwah yang mendengar terkejut, dan saling memberi komentar satu sama yang lain.
“Apa alasannya akhi, khan tidak melanggar syar’i ?”
“Kok bisa begitu, lalu bagaimana sama yang sudah berproses, langsung dibatalkan ya ..”
“Ane kira ini untuk kepentingan perluasan dakwah juga ..”
“Kalau ane sih milih sami’na wa atho’na saja..”
Setelah beberapa saat terjadi tukar pendapat satu sama lain, akhirnya sang Akhi yang datang bawa kabar tersebut dengan mimik serius menjelaskan,
“Tenang Akhi.., fatwa tersebut memang harus di dukung dan ada dalilnya kok, bukankah Syariah Islam membatasi seorang Ikhwan untuk menikah hanya sampai dengan empat orang akhwat, maka bagaimana mungkin seorang ikhwah mau menikah dengan ‘akhwat satu kampus’ yang jumlahnya ratusan ..!”
Seorang Programmer
Cerita ini berawal dari seorang klien
mengirimkan surat pada seorang programmer yang telah membuatkan beberapa
program khusus untuk keperluan klien tersebut. Berikut ini isi suratnya :
Yth. Bpk. Programmer, Saya sgt membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan
update program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu & sumber berharga lainnya. Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya. Sebagai tambahan, Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya, memasukkan dirinya ke dalam proses start up harian dimana secara otomatis memonitor semua aktivitas sistem layaknya sebuah virus. Program saya lainnya seperti Hang Out 2.5 atau Saturday Nite Party 311 tidak lagi bisa berjalan & menyebabkan sistem menjadi crash setiap kali dilakukan. Saya mencoba menjalankan Lazy Saturday 5.0 atau Sleepy Sunday 4.2 namun juga tidak dapat dijalankan. Sepertinya saya tidak bisa membuat Wife 1.0 bekerja di background sementara saya menjalankan aplikasi favorit saya lainnya. Saat ini saya sedang berfikir untuk melakukan uninstall program Wife 1.0 namun sepertinya tidak bisa. Mohon bantuannya,
Mr. Poligami Dari surat klien ini maka programmer melakukan pemeriksaan apa yang salah terhadap program-program yang telah diberikannya pada kliennya. Kemudian programmer ini menulis surat balasan pada kliennya sebagai berikut : Yth. Bapak Poligami, Ini adalah masalah yang sering muncul dari kesalah pahaman yang mendasar sekali. Banyak orang yang melakukan update program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 berpikir bahwa Wife 1.0 adalah tipe Utility & entertainment program. Sedangkan hal
yang sebenarnya, Wife 1.0 adalah Operating System yang dirancang oleh Programmer kami di Heaven Unlimited Company untuk menjalankan semuanya. Anda tidak bisa menghapus Wife 1.0 & kembali ke Girlfriend 7.0. Jika dipaksakan akan menyebabkan seluruh sistem anda berantakan. Kami merekomendasikan untuk tetap menggunakan program Wife 1.0 & cobalah mengatasi beberapa hal yang anda anggap sebagai kesulitan. Beberapa tips dari kami jika ada suatu masalah, cobalah jalankan semua recovery program yang ada di folder C:\APOLOGIZE, seperti Say Sorry 8.0 atau Hug & Kiss 9.0. Walaupun banyak orang menganggap Wife 1.0 adalah sebuah program yang membutuhkan perawatan tinggi, banyak juga yang tahu bahwa program ini bisa menjadi program yang sangat menyenangkan. Untuk memperoleh manfaat maksimal program ini, anda dapat mencoba membeli add-on program
seperti Listening 5.0 , Flowers 2.5 atau Chocolates 1.3. Dalam hal apapun kami sangat tidak merekomendasikan anda untuk meng-install programm Secretary 1.0 (Short Skirt Version) karena program ini sangat tidak kompatibel dengan Wife 1.0 dan dapat dipastikan menyebabkan sistem crash.
Yth. Bpk. Programmer, Saya sgt membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan
update program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu & sumber berharga lainnya. Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya. Sebagai tambahan, Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya, memasukkan dirinya ke dalam proses start up harian dimana secara otomatis memonitor semua aktivitas sistem layaknya sebuah virus. Program saya lainnya seperti Hang Out 2.5 atau Saturday Nite Party 311 tidak lagi bisa berjalan & menyebabkan sistem menjadi crash setiap kali dilakukan. Saya mencoba menjalankan Lazy Saturday 5.0 atau Sleepy Sunday 4.2 namun juga tidak dapat dijalankan. Sepertinya saya tidak bisa membuat Wife 1.0 bekerja di background sementara saya menjalankan aplikasi favorit saya lainnya. Saat ini saya sedang berfikir untuk melakukan uninstall program Wife 1.0 namun sepertinya tidak bisa. Mohon bantuannya,
Mr. Poligami Dari surat klien ini maka programmer melakukan pemeriksaan apa yang salah terhadap program-program yang telah diberikannya pada kliennya. Kemudian programmer ini menulis surat balasan pada kliennya sebagai berikut : Yth. Bapak Poligami, Ini adalah masalah yang sering muncul dari kesalah pahaman yang mendasar sekali. Banyak orang yang melakukan update program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 berpikir bahwa Wife 1.0 adalah tipe Utility & entertainment program. Sedangkan hal
yang sebenarnya, Wife 1.0 adalah Operating System yang dirancang oleh Programmer kami di Heaven Unlimited Company untuk menjalankan semuanya. Anda tidak bisa menghapus Wife 1.0 & kembali ke Girlfriend 7.0. Jika dipaksakan akan menyebabkan seluruh sistem anda berantakan. Kami merekomendasikan untuk tetap menggunakan program Wife 1.0 & cobalah mengatasi beberapa hal yang anda anggap sebagai kesulitan. Beberapa tips dari kami jika ada suatu masalah, cobalah jalankan semua recovery program yang ada di folder C:\APOLOGIZE, seperti Say Sorry 8.0 atau Hug & Kiss 9.0. Walaupun banyak orang menganggap Wife 1.0 adalah sebuah program yang membutuhkan perawatan tinggi, banyak juga yang tahu bahwa program ini bisa menjadi program yang sangat menyenangkan. Untuk memperoleh manfaat maksimal program ini, anda dapat mencoba membeli add-on program
seperti Listening 5.0 , Flowers 2.5 atau Chocolates 1.3. Dalam hal apapun kami sangat tidak merekomendasikan anda untuk meng-install programm Secretary 1.0 (Short Skirt Version) karena program ini sangat tidak kompatibel dengan Wife 1.0 dan dapat dipastikan menyebabkan sistem crash.
Seratus
Ungkapan Semanis Madu
Setelah lulus dari ujian negara di Beijing, seorang
pria muda ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan ibu kota propinsi.
Dia pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mentor-nya,
seorang menteri pemerintahan senior. “Bekerja di lokasi propinsi seperti itu
tidaklah mudah. Kamu harus berhati-hati.”
“Baiklah. Terima kasih bapak,” kata anak muda itu.
“Mohon jangan khawatir. Saya telah menyiapkan seratus ungkapan semanis
madu di benak saya. Kalau nanti saya bertemu dengan pejabat disana, saya akan
menggunakannya. Dia pasti akan senang.”
“Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu?” tanya
mentor itu dengan tidak senang. Kita adalah pria sejati. Kita mempunyai
prinsip. Kita seharusnya tidak menggunakan sanjungan.”Sang murid menjawab,
“Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung. Hanya beberapa
pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan”
“Mungkin kamu benar,” mentornya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian pria ini
menceritakan cerita ini kepada temannya, “Saya sudah menggunakan satu
dari persedianku. Sekarang saya memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan
yang tersisa.”
Peluru Juga Habis…
Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama
setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya
pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas. Di masa sosialisme, memang
rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi
manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat
tetap harus antre, tapi karena manejemennya jelek, antrean umumnya sangat
panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.
Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow
untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti,
setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di
buku catatannya, “roti habis.”
Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi
yang tak kebagian. Dan dia mencatat “bahan bakar habis!”, kemudian dia menuju
ke antrean sabun. Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek,
banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. Dia menulis
besar-besar “SABUN HABIS!”.
Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB.
Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung!
dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”.
Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan
penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi
rakyat .
“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi”, ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak”.
Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, “Peluru juga habis!
“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi”, ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak”.
Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, “Peluru juga habis!
Kasihan Susi
Hari ini,Tuhan melimpahkan hujan untuk semua insan di
dunia, khususnya untuk para siswa SMAN 1 Kebumen. Hujan adalah salah satu
alasan untuk mempertahankan diri agar tetap berbaring di atas kasur dengan
selimut yang hangat. Meskipun jika cuaca hari ini cerah, alasan lain akan
tercetus agar bisa bermalas-malasan untuk pergi ke sekolah. Setibanya di depan
kelas, terlihat seorang jomblo cupu dengan sisir disakunya yang mungkin dijual
eceran di pasaran sedang asyik bermonolog dengan sepatu PDHnya. Tiba-tiba,
seorang yang nyaris punah datang menghampiri jomblo cupu tersebut.
Arnold : “Hehe..”
( dengan muka datar )
Sembelit :
“Hehe..” ( dengan tanpa muka )
Lima menit kemudian, datanglah seorang cewek yang
terinspirasi dengan sebuah behel yang terpasang di gigi seseorang datang
menghangatkan keadaan.
Susi :
“ Ah, dingin”.
Dan tiba-tiba kedua jomblo tadi memulai obrolan mereka
tanpa menghiraukan kode dari Susi. Dan akhirnya, Susi pergi dengan minum
segelas l-men.
Sembelit :
“Heh, kamu suka nonton MNCTV nggak ?”.
Arnold : “Ah
males, isinya Cuma sinetron yang nggak jelas!”.
Sembelit :
“Maksudnya?”.
Arnold : “Ada
orang yang bisa melambung jauh terbang tinggi,jurusnya warna-warni lagi, harusnya kan yang lebih
++ gitu”.
Sembelit :
“Iya sih,aku juga suka.Astaghfirullah, kalau di marahin Pok Mumun bagaimana?”.
Arnold : “Pok
Mumun?”.
Sembelit :
“Iya, istrinya om-om yang lumayan berkumis, terus suka PHPin siswanya”.
Kemudian Sembelit melanjutkan pembicaraan sebelum
Arnold membalas pernyataan Sembelit mengenai om-om berkumis.
Sembelit :
“Tapi aku juga nggak mbahas sinetron-sinetron yang terbang-terbang, apalagi
mbahas om-om”.
Arnold :
“Lantas?”.
Sembelit :
“Setiap hari, aku suka nonton Bernard Bear yang lucu, gendut, mental-mental
lagi”.
Arnold : “Itu sih
biasa, di SMANSA juga ada, lebih mental malah dan dia suka banget main tenis”.
Sembelit :
“Maksudnya?”.
Arnold : “Ah kamu
sudah jomblo nggak peka lagi, ituloh yang kalau waktu upacara suka nyinggung
masalah uang ke kita”.
Sembelit :
“Wkwkwk , aku loh nggak mudeng”. ( muka datar )
Tiba-tiba datanglah Susi dari arah pintu kelas menuju jomblo-jomblo
tersebut.Ia duduk manis dengan bibir merah mudanya demi tujuan untuk ikut
ngobrol dengan mereka.Namun apadaya, Arnold dan Sembelit masuk bersamaan ke
dalam kelas meninggalkan Susi sendiri. Susi pun mati.
BA-ABA
UNTUK TERTAWA
Suatu hari, di
sebuah sekolah, ada sebuah acara perkenalan sekolah beserta ektrakurikulernya
kepada siswa baru. Pada saat itu pula, setiap perwakilan mempresentasikan
ekstrakurikuler tersebut. Pada saat sesi tanya jawab, ada seorang siswa yang
bertanya.
Adik
kelas A : “Kak, mau tanya… Gunanya ekstra ini apa kak?”
Kakak
kelas : “Banyak dik. Bisa melatih kepemimpinan, toleransi, kekeluargaan,
kerjasama, disiplin, dan lain sebagainya.”
Adik
kelas A : “Apa ada PBB juga kak?”
Kakak
kelas : “Ada, itu pasti dik. Itu inti dari ekstrakurikuler ini.”
Adik
kelas A : “Lalu gunanya PBB di masyarakat apa kak?
Kakak
kelas : “La itu tadi… Intinya ekstra ini sangat berguna pada setiap sisi
kehidupan manusia,” menjawab dengan lantang.
Adik
kelas A : “Yang lebih jelas lagi bisa kak?”
Kakak
kelas : “Itu juga sudah jelas dik,” sambil teriak.
Adik
kelas A : “Apa benar sih kak? Kan kalau PMR itu bisa nolong orang sakit,
pramuka itu melatih untuk hidup di alam bebas serta cara-caranya, PKS itu
sebagai rambu-rambu dalam berkendara yang baik, kalau musik itu bisa sebagai
hiburan, pecinta alam itu melatih untuk hidup di alam bebas pula, dan rohis itu
sebagai bekal ketakwaan kita. Apakah ekstra ini dirancang sebagai panduan kita
dalam berjalan? Apakah jika akan pergi berbelanja juga harus dengan sikap baris
tersebut? Apakah jika kakak melakukannya tidak menjadi pusat perhatian?
Kakak
kelas : (terdiam)
Adik
kelas A : “Berarti kalau kakak mau solat juga harus disiapkan? Tertawa juga?
Katanya berguna di setiap kehidupan manusia kak?”
Kakak
kelas : (terdiam lusuh)
(Tak
lama kemudian ada satu siswa yang tertawa)
Adik
kelas A : “Kenapa yang lain tidak tertawa?”
Adik
kelas B : “Kan belum diberi aba-aba untuk tertawa.”
Siswa yang lain pun tertawa, dan perwakilan tersebut dengan muka kesal
melanjutkan presentasinya tanpa mempedulikan adik kelasnya tersebut
GOYANG PRAMUKA
Suatu hari di dalam kelas
SCI Kevin terlihat murung. Merasa ingin tahu, Alvinpun mendekati dan
menanyakan kenapa alasannya murung.
Alvin : “Hey Kevin, kenapa kau? Kok kelihatannya murung
banget?”
Kevin : “Nggak kok, cuma lagi bingung aja nih.”
Alvin : “Lho bingung kenapa? Gausah bingung dong”
Kevin: “Aku belum ngerjain tugas Al,”
Alvin: “Lho kalau soal tugas ya dikerjain aja sekarang,
mumpung jam kosong, tugas apa memangnya?”
Kevin: “Ah gausah deh lagian ga ngaruh nilai tugasnya.”
Alvin: “Tugas apa memangnya?”
Kevin :”Kamu gatau? Oh iya kamu kan ga berangkat waktu itu.”
Alvin : “Hah? Minggu lalu? Emang ada apa minggu lalu?”
Kevin:”Nggak, lupakan tugasnya deh aku murung juga karena
belum hafal materi.”
Alvin: “Materi jangan di hafalin, tapi dipahami.”
Alvin: “Materi jangan di hafalin, tapi dipahami.”
Kevin: “Ya kalau emang dapat nambah nilai sih gakpapa,
langsung siap aku.”
Alvin:”Oalah jan, emang tugas dan hafalan apa sih?”
Kevin:”Kamu tau ini hari apa?”
Alvin :”Hari Jumat, kenapa memangnya?”
Kevin :”Coba ada apa hari Jumat?”
Alvin:”Ada Jumat’an?”
Kevin:” Bukan itu Al, sehabis Jumatan.”
Alvin:”Kajian Jumat?”
Kevin:”Setelahnya?”
Alvin: “Pulanglah, ngapain disekolah.”
Kevin: “Eh gile lu bener-bener, abis itu pramuka tau, kau
ga persiapan apa apa? Greget amat.”
Alvin: “Lu kali yang gile Vin, hari ini ga ada pramuka,
kan sekarang pramukanya dua minggu sekali, ngapain dipikir pusing haduuuh...”
Kevin:”Jiaaah, kemarin minggu udah ga ada pramuka masa
kamu lupa, sekarang ya harusnya ada.”
Alvin :”Oh iya haduuh gimana nih, aku belum paham dan
hafal blas materinya juga .”(Muka panik)
Kevin:”Halah bohong biasanya kamu ditanya aja bisa.”
Alvin: “Ga juga kok, tapi bener bener kali ini aku ga
baca materi, memangnya hari ini materinya apa kok kamu sampai murung gitu,
biasa aja dong, palingan dimarahin, gabakal berani mukul.”
Kevin:”Mau tau apa hukumannya kalau jawabanmu salah?”
Alvin: “Apa ?”
Kevin: “Joget oplosan kayak yang di YKS”
Alvin :” Meh udah biasa, ga sekalian goyang cesar?”
Kevin:”Nggak, yang lebih parah itu ntar kamu disuruh
goyang....”
Alvin:”Goyang apa?”
Kevin:”Pengin tahu?”
Alvin:”Yaaa.”
Kevin:” Goyang HELICOPTEEEER.” (Sambil niruin gaya Wak
Sunari Helicopteran)
Alvin:” What the...”
Saya Datang
Pada
zaman dinasti Song, ada seorang pencuri yang terkenal dengan panggilan ‘saya
datang’ di Hangzhou. Setiap dia mencuri, dia tidak meninggalkan jejak
apapun kecuali nama julukannya di dinding rumah korbannya. Penduduk kota kesal
karena rumah mereka sering kali dimasukinya. Pencarian dilaksanakan dan
akhirnya orang tersebut berhasil tertangkap dan dibawa menghadap hakim
kota praja.
“Apakah anda
mempunyai bukti bahwa dia bersalah?” tanya hakim
kepada polisi.
“Tidak salah lagi
yang mulia,” jawab petugas. Tetapi orang itu menyangkap tuduhan tersebut.
“Yang mulia, Anda
menangkap orang yang salah”, protesnya. “Polisi sudah putus asa dan
menjadikan saya kambing hitamnya.
Mereka tidak punya
bukti”
Polisi
memperingatkan hakim : “Kami sudah bersusah payah menangkapnya, Yang Mulia.
Jika Yang Mulia melepaskannya, sangatlah sukar bagi kami untuk menangkapnya
kembali.”
Meskipun tidak ada
bukti, hakim memerintahkan supaya dia ditempatkan di tahanan sambil
menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai dengan adat yang berlaku,
seorang tahanan harus memberi uang kepada penjaga penjara pada waktu masuk
penjara.
“Saya tidak
mempunyai apa-apa sekarang” kata orang tersebut pada penjaga penjara.
“Mereka menangkap saya dan mengambil beberapa miliku. Tapi saya mempunyai
beberapa perak di Gunung Than. Saya ingin memberikannya pada Anda. Saya
menyembumyikannya di bawah bata yang pecah dalam kuil. Pergilah kesana,
berpura-puralah sembahyang dan ambil perak itu.
Penjaga penjara
semula tidak yakin. Tapi ternyata dia benar-benar menemukan 20 ons perak.
Dia sangat senang dan mulai memperlakukan tahanan itu seperti temannya.
“Saya mempunyai
bungkusan yang saya sembunyikan dibawah jembatan. Saya ingin
memberikannya kepada Anda juga” kata tahanan itu beberapa hari kemudian.
“Tapi jembatan
sangat ramai, bagaimana saya dapat membawa sesuatu tanpa ketahuan” Jwab
penjaga.
“Bawalah beberapa
pakaian, pura-puralah mencuci. Kemudian ambilah bungkusan tersebut dan
sembunyikan di keranjang cucian Anda” Penjaga penjara melakukan apa yang
diusulkan tahanan dan menemukan 300 ons perak dalam bungkusan itu.
Beberapa hari
kemudian, tahanan memunta pertolongan pada penjaga penjara, “Saya ingin meminta
pertolongan Anda. Saya ingin pulang ke rumah saya besok malam. Saya akan
kembali sebelum Shubuh.”
Melihat keraguan
penjaga itu, dia berkata lagi “Jangan kuatir, teman. Kenapa saya harus
kabur? Polisi sudah menangkap orang yang salah dan hakim tidak dapat menuntut
saya. Tidak ada bukti. Saya yakin akan dilepaskan dengan segera. Saya akan
kembali dalam waktu 4 jam” Janji tahanan itu pada penjaga. Kemudian penjaga itu
mengizinkan tahanan tersebut untuk pulang. Setelah beberapa jam,“Saya kembali”
“Bagus, kamu
menepati janjimu” “Saya tidak mau kamu terlibat masalah karena saya. Saya
meninggalkan sesuatu ditumahmu sebagai tanda penghargaan. Saya berharap
saya dapat segera dibebaskan” Penjaga kurang mengerti ucapan orang itu, dan dia
bergegas pulang ke rumahnya.
“Kamu kembali di
saat yang tepat,” kata istrinya dengan gembira. “Saya ingin memberitahumu bahwa
waktu shubuh tadi saya mendengar suara dari atap. Seseorang menjatuhkan
bungkusan ke dalam rumah. Ketika saya buka, isinya emas dan perak. Surga sedang
menurunkan rakhmatnya di atas kita!” Dia kembali ke penjara untuk mengucapkan
terima kasih. Pada hari itu juga beberapa keluarga melaporkan pencurian
pada malam sebelumnya. Di dinding tiap ruimah ada tulisan “Saya Datang”.
Ketika hakim
mendengar hal ini, dia memerintahkan agar orang itu segera dibebaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar