Senin, 27 Oktober 2014

Kumpulan Anekdot



Pengemis & Manager

Manager : Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak..?
Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya udh makan 3x koq
Manager : Loh..? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?
Pengemis : Kayak org susah aja..! Td pagi saya sekeluarga abis ngerayain ultah anak saya yg kelima di Mc. Donald bareng guru2 & tmn2 sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya barusan BBM saya, mrk lg makan di Pizza HUT tau! 
Manager sampai kebingungan dan berkata : “Emank bapak ngemis 1 hari dapet brp..?”
Pengemis : Nih ya.. Saya kasi tau..!! Saya ngemis dari jam 07.00-17.00.
Lampu merah atau hijau waktunya 60 detik.
Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet Rp 2.000.
1 jam = 60 kali lampu merah
Hijau, berarti 60 x 2.000 = 120.000 /jam
1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.
9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari.
1 bulan saya kerja 26 hari.
26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/bulan

Manager sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu 

Pengemis berkata : Emang mas jadi manager, gaji per bulannya brp..? 
Manager : 6.000.000 :(
Pengemis : Ijasah..?
Manager : S-2 

Jin Pengabul Keinginan

 JIN : HUAHUAHUHAUHAUHA……..UHUKUHUK Kalian sudah membangunkan aku dari tidurku sebutkan 1 permintaan kalian?
Remaja 1 : wooww asiiiiiik, saya minta BIR/Minuman Keras terenakkkkkkkkk!!!
JIN : OKEEEE (di siapkanlah ruangan dengan penuh bir berkelas dunia untuk 10 tahun)
Remaja 2 : Giliran gue nih, gue minta cewek yang asiiiiik banget !!
JIN : Itu mah gampaang! (disiapkannya ruangan dengan cewe cantik cantik selama 10 tahun)
Remaja 3 : kalau gue mah, minta rokok yang paling UWENAAAAK !
JIN : NIH MAKAN TUH ! (disiapkannya ruangan penuh dengan rokok dari seluruh dunia selama 10 tahun)
10 tahun kemudian!
Keluarlah mereka dari tempat persembunyiannya masing-masing ..
Remaja 1 jalan sempoyongan dan akhirnya meninggal karena terlalu banyak meminum bir…
Remaja 2 jalan dengan sangat lemas karena terkena AIDS
Remaja 3 jalan dengan gagah…
JIN terheran heran lalu bertanya : kok lo sehat amat?
Remaja 3 : JIN KAMPRET ! korek apinya manaaa?


Siapa Agen Wanita Yang Paling Cepat
Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara berpikirnya mengandalkan LOGIKA (L) . Mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan….
M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek.
L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.
M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan.
L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat.
M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich…..
L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya.
M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit…
L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.
Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika (L). Gadis matematis (M) tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Gadis Logika (L) datang.
M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?
L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.
M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?
L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga mengejar saya.
M : Dan… dan..
L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap…
M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?
L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya..
M : Oh… Lalu apa yang dilakukan pria tadi?
L : Sesuai dengan logika… Dia menurunkan celananya…
M : Oh tidak… Lalu apa yang terjadi kemudian?
L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan celananya… :P
Rokok Sang Kiai
Ini cerita Gus Dur yang terjadi ketika dia masih menjadi santri di pondok Tambak Beras, asuhan Kiai Fattah. Malam itu listrik sedang padam, sehingga keadaan di pondok gelap gulita. Kiai Fattah sedang merokok dengan santri di luar rumah. Tidak berapa lama, salah seorang santri lewat. Melihat ada yang sedang merokok, maka santri tadi mendekatinya dengan berkata, ”Sak sedotan , Kang.” Maksudnya minta barang satu isap saja sebagaimana kebiasaan yang berlaku umum antar sesama santri di pesantren. Maka, Kiai Fattah pun diam-diam memberikan rokok yang sedang dihisapnya.
Pada saat dihisap oleh si santri, maka nyala rokok itu pun menimpa wajah kiai. Begitu mengenali wajah si empunya rokok, seketika si santri tunggal langgang sembali membawakan rokok sang kiai. ”Hei rokokku ojo digawa (jangan dibawa kabur)!” teriak sang kiai.
Salah Masuk Tempat Mandi

Seorang Mahasiswa yang sedang menempuh KKN (Kuliah Kerja Nyata, red) di sebuah pedalaman, tidak sadar telah menggunakan tempat mandi umum untuk wanita. Kebetulan saat itu, seorang gadis lugu yang baru memasuki usia remaja, sedang berjalan memasuki tempat mandi yang tengah digunakan sang mahasiswa.
Sang gadis itu pun terkejut melihat pria ‘bingung’ yang sedang buang air kecil. Sambil berusaha membuang rasa malu, sang gadis pun melempar pertanyaan, “Hah, (terkejut sesaat, red) apa itu di antara pahamu kak?”
Dengan sedikit bingung dan menyambut senyuman sang gadis, mahasiswa itu pun menjawab, “Itu bunga dik, jika disentuh gadis cantik pasti akan mekar”.
Sang mahasiswa pun berusaha membenarkan celana sambil menutup resletingnya, bermaksud keluar dari tempat mandi itu.
Namun sang gadis justru penasaran, dan memaksa untuk melihat ‘bunga’ tersebut. “Benar, bisa mekar, dia mekar,” teriak sang gadis setelah menyentuhnya.
Sesampainya di rumah, sang gadis itu pun bercerita pada sang kakak yang kebetulan mengenal mahasiswa yang sedang KKN tersebut. “Dasar Mahasiswa pembohong, dia bilang padaku itu terompet, jadi aku meniupnya!” hujat sang kakak. 

Beras Warisan Sang Istri

Lebih dari empat puluh tahun hidup berdua dengan sang istri, Bardhono masih saja penasaran dengan satu rahasia yang disimpan rapat oleh istrinya. Rahasia itu dalam bentuk sebuah peti besi yang terkunci dan ditaruh di kolong tempat tidur selama berpuluh-puluh tahun. Hingga akhirnya sekarang istrinya sedang tergolek sakit, dan Bardhono pun duduk di sampingnya sambil mengelus-elus tangannya.
Karena masih penasaran dengan rahasia itu, maka Bardhono bertanya, “Istriku, maukah kau menceritakan rahasia isi peti besi di kolong tempat tidur ini?”
“Mas, maukah kau berjanji akan memaafkan aku setelah tahu rahasiaku itu?” pinta sang Istri.
“Tentu dik, aku akan memaafkan kamu,” jawab Bardhono spontan.
“Bukalah peti itu,” kata istrinya sambil menyerahkan sebuah anak kunci.
Bardhono pun segera menarik peti dari kolong tempat tidur. Sedikit terkejut, karena dalam peti itu dilihatnya empat kaleng beras dan setumpuk uang berjumlah satu juta rupiah.
Lalu dengan suara terbata-bata istrinya berkata, “Mas… saya minta maaf, selama kita hidup sebagai suami istri, saya tidak sepenuhnya setia padamu. Setiap kali saya melakukan selingkuh, saya taruh sekaleng beras ke dalam peti itu.
Terharu dengan pengakuan istrinya, Bardhono pun menjawab, “Istriku, aku pun minta maaf. Selama ini aku pun tidak setia padamu. Terutama saat kau hamil dulu. Kamu cuma empat kali, sedangkan aku lebih banyak dari itu, jadi sekarang kita anggap saja seri.”
Bardhono terdiam sejenak dan lalu bertanya dengan penuh perasaan pingin tahu, “Tapi omong-omong uang yang satu juta rupiah itu untuk apa?”
“Ooo…. dulu kalau petinya sudah mulai penuh beras, maka beras itu saya jual, dan uang itulah hasilnya,” kata istrinya.
Bardhono, “???”  







Seleksi Karyawan

Anda sedang menseleksi calon karyawan baru?? Ada segudang pertanyaan yang dapat diajukan untuk mengetahui cara berfikir dan wawasan mereka. Salah satu contoh pertanyaan yang dapat diajukan.  Untuk test bagi calon karyawan sebagai berikut.
Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan dikantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok. Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja.  Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak. Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview.
Si Manager lalu mengajukan 1 pertanyaan :  “setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?”
Kandidat I menjawab, “PIKIRAN”. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu”.
“Jawaban yang sangat bagus”, sahut si Manager. “Kalau menurut Anda?”,
tanyanya ke kandidat II.
“Hm….KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya”. ”Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ’sekejap mata’ untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi”.
Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.
“NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui”, jawabnya, “Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala” Si manager terkesan dengan jawaban.
Kandidat III. “Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya”, pujinya.
Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, “Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu adalah DIARE”
“APA???!!!”, seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.
“Oh saya bisa menjelaskannya” , kata si kandidat. “Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali.
Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana”
Tentu saja kandidat terakhir yang diterima….


Atlet Berlari dikejar Serdadu

Hampir tak ada negara yang rela ketinggalan mengikuti Olimpiade . Acara empat tahunan itu merupakan salah satu cara promosi negara masing-masing. Dan tentu saja , peristiwa ini juga sangat bergengsi karena acara ini diliput oleh semua media massa negara peserta. Wajarlah kalau setiap negara berusaha mengirimkan atlet terbaiknya, dengan harapan mereka bisa mendapatkan emas. Begitulah sambutan Gus Dur saat melepas tim Indonesia ke Olimpiade Sidney yang baru lalu.
Gus Dur lalu bercerita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Suriah. Pada waktu Olimpiade beberapa tahun yang lalu, tuturnya, kebetulan pelari asal Suriah merebut medali emas. Sang pelari mampu memecahkan rekor tercepat dari pemenang sebelumnya, bahkan selisih waktunya pun terpaut jauh.
Maka, dia langsung dikerubuti wartawan karena punya nilai berita yang sangat tinggi.
“Apa sih rahasia kemenangan anda?” tanya wartawan.
“Mudah saja,” jawab si pelari Suriah, enteng, “Tiap kali bersiap-siap akan start, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang mau menembak saya.”
Kutbah Nasrudin

Suatu ketika, orang-orang di kota mengundang Nasruddin untuk menyampaikan khutbah di sebuah majelis.
Ketika tiba di mimbar, dia mendapati bahwa sebagian besar hadirin dalam majelis itu tidak terlampau bersemangat untuk mendengarkan khutbahnya. Sesudah menyampaikan salam, Nasruddin bertanya kepada hadirin, “Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini ?” Hadirin serempak menjawab, “Tidak !” Sebab itu Nasruddin berkata, “Aku tidak punya keinginan untuk berbicara kepada orang-orang yang tidak mengetahui apapun tentang apa yang akan aku bicarakan” kemudian berjalan turun dari mimbar dan meninggalkan majelis.
Orang-orang merasa tidak enak hati kepadanya dan mengundangnya lagi pada keesokan harinya.
Keesokan harinya, sesampai di mimbar, Nasruddin mengulang pertanyaan yang sama dan hadirinpun menjawab, “Ya !”. Maka Nasruddin berkata, “Baiklah, karena kalian sudah tahu apa yang akan aku katakan maka aku tidak akan membuang waktu kalian yang sangat berharga.” Kemudian ia turun dari mimbar dan berjalan pulang. Kali ini orang-orang benar-benar dibuat bingung dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba sekali lagi dan mengundangnya agar datang lagi minggu depan menyampaikan khutbah.
Minggu depannya, ketika naik mimbar, Nasruddin lagi-lagi bertanya yang sama, “Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini ?” Kali ini hadirin sudah bersiap-siap untuk pertanyaan itu, maka sebagian dari mereka menjawab “Tidak !” dan sebagian lagi menjawab “Ya !”
Nasruddin pun berkata lagi, “Baiklah, kalau begitu sebahagian yang sudah tahu bisa menceritakan kepada sebahagian lainnya yang belum tahu” dan ia pun kemudian turun meninggalkan mimbar.

Fatwa Menikah

Suatu sore di akhir Ramadhan, beberapa orang ikhwah tampak sedang bercengkrama di teras masjid Baitul Hikmah, Cilandak sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mereka semua adalah para peserta I’tikaf Ramadhan yang datang dari tempat yang berbeda-beda. Dan mereka kini terlibat pembicaraan serius tentang kegiatan dakwah di kampusnya masing-masing. Beberapa saat kemudian datang seorang Ikhwah dengan tergesa-gesa, membawa suatu kabar.
” Assalamualaikum wr wb, Ikhwan semua, antum sudah dengar belum ada fatwa terbaru dari Dewan Syariah, baru keluar pagi tadi lho !”
Dengan serempak mereka menjawab,
” Waalaikum salam, fatwa terbaru tentang apa akhi ? ”
” Tentang Menikah !”
” Menikah ? apa saja isi fatwa tersebut ? ”
” Isinya cuma satu pasal tapi penting, bahwa mulai sekarang seorang Ikhwan tidak boleh menikah dengan akhwat satu kampus.”
Semua ikhwah yang mendengar terkejut, dan saling memberi komentar satu sama yang lain.
“Apa alasannya akhi, khan tidak melanggar syar’i ?”
“Kok bisa begitu, lalu bagaimana sama yang sudah berproses, langsung dibatalkan ya ..”
“Ane kira ini untuk kepentingan perluasan dakwah juga ..”
“Kalau ane sih milih sami’na wa atho’na saja..”
Setelah beberapa saat terjadi tukar pendapat satu sama lain, akhirnya sang Akhi yang datang bawa kabar tersebut dengan mimik serius menjelaskan,
“Tenang Akhi.., fatwa tersebut memang harus di dukung dan ada dalilnya kok, bukankah Syariah Islam membatasi seorang Ikhwan untuk menikah hanya sampai dengan empat orang akhwat, maka bagaimana mungkin seorang ikhwah mau menikah dengan ‘akhwat satu kampus’ yang jumlahnya ratusan ..!”
Seorang Programmer

Cerita ini berawal dari seorang klien mengirimkan surat pada seorang programmer yang telah membuatkan beberapa program khusus untuk keperluan klien tersebut. Berikut ini isi suratnya :
Yth. Bpk. Programmer, Saya sgt membutuhkan bantuan. Baru-baru ini saya melakukan
update program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan diluar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu & sumber berharga lainnya. Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya. Sebagai tambahan, Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya, memasukkan dirinya ke dalam proses start up harian dimana secara otomatis memonitor semua aktivitas sistem layaknya sebuah virus. Program saya lainnya seperti Hang Out 2.5 atau Saturday Nite Party 311 tidak lagi bisa berjalan & menyebabkan sistem menjadi crash setiap kali dilakukan. Saya mencoba menjalankan Lazy Saturday 5.0 atau Sleepy Sunday 4.2 namun juga tidak dapat dijalankan. Sepertinya saya tidak bisa membuat Wife 1.0 bekerja di background sementara saya menjalankan aplikasi favorit saya lainnya. Saat ini saya sedang berfikir untuk melakukan uninstall program Wife 1.0 namun sepertinya tidak bisa. Mohon bantuannya,
Mr. Poligami Dari surat klien ini maka programmer melakukan pemeriksaan apa yang salah terhadap program-program yang telah diberikannya pada kliennya. Kemudian programmer ini menulis surat balasan pada kliennya sebagai berikut : Yth. Bapak Poligami, Ini adalah masalah yang sering muncul dari kesalah pahaman yang mendasar sekali. Banyak orang yang melakukan update program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 berpikir bahwa Wife 1.0 adalah tipe Utility & entertainment program. Sedangkan hal
yang sebenarnya, Wife 1.0 adalah Operating System yang dirancang oleh Programmer kami di Heaven Unlimited Company untuk menjalankan semuanya. Anda tidak bisa menghapus Wife 1.0 & kembali ke Girlfriend 7.0. Jika dipaksakan akan menyebabkan seluruh sistem anda berantakan. Kami merekomendasikan untuk tetap menggunakan program Wife 1.0 & cobalah mengatasi beberapa hal yang anda anggap sebagai kesulitan. Beberapa tips dari kami jika ada suatu masalah, cobalah jalankan semua recovery program yang ada di folder C:\APOLOGIZE, seperti Say Sorry 8.0 atau Hug & Kiss 9.0. Walaupun banyak orang menganggap Wife 1.0 adalah sebuah program yang membutuhkan perawatan tinggi, banyak juga yang tahu bahwa program ini bisa menjadi program yang sangat menyenangkan. Untuk memperoleh manfaat maksimal program ini, anda dapat mencoba membeli add-on program
seperti Listening 5.0 , Flowers 2.5 atau Chocolates 1.3. Dalam hal apapun kami sangat tidak merekomendasikan anda untuk meng-install programm Secretary  1.0 (Short Skirt Version) karena program ini sangat tidak kompatibel dengan Wife 1.0 dan dapat dipastikan menyebabkan sistem crash.
Seratus Ungkapan Semanis Madu
Setelah lulus dari ujian negara di Beijing, seorang pria muda  ditunjuk sebagai pejabat pemerintahan ibu kota propinsi. Dia  pergi untuk mengucapkan selamat tinggal kepada mentor-nya,  seorang menteri pemerintahan senior. “Bekerja di lokasi propinsi seperti itu tidaklah mudah. Kamu harus berhati-hati.”
“Baiklah. Terima kasih bapak,” kata anak muda itu. “Mohon  jangan khawatir. Saya telah menyiapkan seratus ungkapan semanis madu di benak saya. Kalau nanti saya bertemu dengan pejabat disana, saya akan menggunakannya. Dia pasti akan  senang.”
“Bagaimana kamu dapat melakukan hal itu?” tanya mentor itu dengan tidak senang. Kita adalah pria sejati. Kita mempunyai prinsip. Kita seharusnya tidak menggunakan sanjungan.”Sang murid menjawab, “Sayangnya, pada kenyataannya kebanyakan orang senang disanjung. Hanya beberapa pria yang benar-benar sejati seperti Anda yang tidak menyukai sanjungan” “Mungkin kamu benar,” mentornya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian pria ini menceritakan cerita ini kepada temannya,  “Saya sudah menggunakan satu dari persedianku. Sekarang saya  memiliki sembilan puluh sembilan ungkapan yang tersisa.”

Peluru Juga Habis…

Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas. Di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manejemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.
Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.”
Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dan dia mencatat “bahan bakar habis!”, kemudian dia menuju ke antrean sabun. Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar “SABUN HABIS!”.
Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”.
Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat .
“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi”, ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak”.
Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, “Peluru juga habis!
Kasihan Susi

Hari ini,Tuhan melimpahkan hujan untuk semua insan di dunia, khususnya untuk para siswa SMAN 1 Kebumen. Hujan adalah salah satu alasan untuk mempertahankan diri agar tetap berbaring di atas kasur dengan selimut yang hangat. Meskipun jika cuaca hari ini cerah, alasan lain akan tercetus agar bisa bermalas-malasan untuk pergi ke sekolah. Setibanya di depan kelas, terlihat seorang jomblo cupu dengan sisir disakunya yang mungkin dijual eceran di pasaran sedang asyik bermonolog dengan sepatu PDHnya. Tiba-tiba, seorang yang nyaris punah datang menghampiri jomblo cupu tersebut.
Arnold : “Hehe..” ( dengan muka datar )
Sembelit          : “Hehe..” ( dengan tanpa muka )
Lima menit kemudian, datanglah seorang cewek yang terinspirasi dengan sebuah behel yang terpasang di gigi seseorang datang menghangatkan keadaan.
Susi                 : “ Ah, dingin”.
Dan tiba-tiba kedua jomblo tadi memulai obrolan mereka tanpa menghiraukan kode dari Susi. Dan akhirnya, Susi pergi dengan minum segelas l-men.
Sembelit          : “Heh, kamu suka nonton MNCTV nggak ?”.
Arnold : “Ah males, isinya Cuma sinetron yang nggak jelas!”.
Sembelit          : “Maksudnya?”.
Arnold : “Ada orang yang bisa melambung jauh terbang tinggi,jurusnya      warna-warni lagi, harusnya kan yang lebih ++ gitu”.
Sembelit          : “Iya sih,aku juga suka.Astaghfirullah, kalau di marahin Pok Mumun bagaimana?”.
Arnold : “Pok Mumun?”.
Sembelit          : “Iya, istrinya om-om yang lumayan berkumis, terus suka PHPin siswanya”.
Kemudian Sembelit melanjutkan pembicaraan sebelum Arnold membalas pernyataan Sembelit mengenai om-om berkumis.
Sembelit          : “Tapi aku juga nggak mbahas sinetron-sinetron yang terbang-terbang, apalagi mbahas om-om”.
Arnold : “Lantas?”.
Sembelit          : “Setiap hari, aku suka nonton Bernard Bear yang lucu, gendut, mental-mental lagi”.
Arnold : “Itu sih biasa, di SMANSA juga ada, lebih mental malah dan dia suka banget main tenis”.
Sembelit          : “Maksudnya?”.
Arnold : “Ah kamu sudah jomblo nggak peka lagi, ituloh yang kalau waktu upacara suka nyinggung masalah uang ke kita”.
Sembelit          : “Wkwkwk , aku loh nggak mudeng”. ( muka datar )
Tiba-tiba datanglah Susi dari arah pintu kelas menuju jomblo-jomblo tersebut.Ia duduk manis dengan bibir merah mudanya demi tujuan untuk ikut ngobrol dengan mereka.Namun apadaya, Arnold dan Sembelit masuk bersamaan ke dalam kelas meninggalkan Susi sendiri. Susi pun mati.

BA-ABA UNTUK TERTAWA

Suatu hari, di sebuah sekolah, ada sebuah acara perkenalan sekolah beserta ektrakurikulernya kepada siswa baru. Pada saat itu pula, setiap perwakilan mempresentasikan ekstrakurikuler tersebut. Pada saat sesi tanya jawab, ada seorang siswa yang bertanya.
Adik kelas A       :    “Kak, mau tanya… Gunanya ekstra ini apa kak?”
Kakak kelas         :    “Banyak dik. Bisa melatih kepemimpinan, toleransi, kekeluargaan, kerjasama, disiplin, dan lain sebagainya.”
Adik kelas A       :    “Apa ada PBB juga kak?”
Kakak kelas         :    “Ada, itu pasti dik. Itu inti dari ekstrakurikuler ini.”
Adik kelas A       :    “Lalu gunanya PBB di masyarakat apa kak?
Kakak kelas         :    “La itu tadi… Intinya ekstra ini sangat berguna pada setiap sisi kehidupan manusia,” menjawab dengan lantang.
Adik kelas A       :    “Yang lebih jelas lagi bisa kak?”
Kakak kelas         :    “Itu juga sudah jelas dik,” sambil teriak.
Adik kelas A       :    “Apa benar sih kak? Kan kalau PMR itu bisa nolong orang sakit, pramuka itu melatih untuk hidup di alam bebas serta cara-caranya, PKS itu sebagai rambu-rambu dalam berkendara yang baik, kalau musik itu bisa sebagai hiburan, pecinta alam itu melatih untuk hidup di alam bebas pula, dan rohis itu sebagai bekal ketakwaan kita. Apakah ekstra ini dirancang sebagai panduan kita dalam berjalan? Apakah jika akan pergi berbelanja juga harus dengan sikap baris tersebut? Apakah jika kakak melakukannya tidak menjadi pusat perhatian?
Kakak kelas         :    (terdiam)
Adik kelas A       :    “Berarti kalau kakak mau solat juga harus disiapkan? Tertawa juga? Katanya berguna di setiap kehidupan manusia kak?”
Kakak kelas         :    (terdiam lusuh)
(Tak lama kemudian ada satu siswa yang tertawa)
Adik kelas A       :    “Kenapa yang lain tidak tertawa?”
Adik kelas B       :    “Kan belum diberi aba-aba untuk tertawa.”
Siswa yang lain pun tertawa, dan perwakilan tersebut dengan muka kesal melanjutkan presentasinya tanpa mempedulikan adik kelasnya tersebut
GOYANG PRAMUKA

Suatu hari di dalam kelas  SCI Kevin terlihat murung. Merasa ingin tahu, Alvinpun mendekati dan menanyakan kenapa alasannya murung.
Alvin : “Hey Kevin, kenapa kau? Kok kelihatannya murung banget?”
Kevin : “Nggak kok, cuma lagi bingung aja nih.”
Alvin : “Lho bingung kenapa? Gausah bingung dong”
Kevin: “Aku belum ngerjain tugas Al,”
Alvin: “Lho kalau soal tugas ya dikerjain aja sekarang, mumpung jam kosong, tugas apa memangnya?”
Kevin: “Ah gausah deh lagian ga ngaruh nilai tugasnya.”
Alvin: “Tugas apa memangnya?”
Kevin :”Kamu gatau? Oh iya kamu kan ga berangkat  waktu itu.”
Alvin : “Hah? Minggu lalu? Emang ada apa minggu lalu?”
Kevin:”Nggak, lupakan tugasnya deh aku murung juga karena belum hafal materi.”
Alvin: “Materi jangan di hafalin, tapi dipahami.”
Kevin: “Ya kalau emang dapat nambah nilai sih gakpapa, langsung siap aku.”
Alvin:”Oalah jan, emang tugas dan hafalan apa sih?”
Kevin:”Kamu tau ini hari apa?”
Alvin :”Hari Jumat, kenapa memangnya?”
Kevin :”Coba ada apa hari Jumat?”
Alvin:”Ada Jumat’an?”
Kevin:” Bukan itu Al, sehabis Jumatan.”
Alvin:”Kajian Jumat?”
Kevin:”Setelahnya?”
Alvin: “Pulanglah, ngapain disekolah.”
Kevin: “Eh gile lu bener-bener, abis itu pramuka tau, kau ga persiapan apa apa? Greget amat.”
Alvin: “Lu kali yang gile Vin, hari ini ga ada pramuka, kan sekarang pramukanya dua minggu sekali, ngapain dipikir pusing haduuuh...”
Kevin:”Jiaaah, kemarin minggu udah ga ada pramuka masa kamu lupa, sekarang ya harusnya ada.”
Alvin :”Oh iya haduuh gimana nih, aku belum paham dan hafal blas materinya juga .”(Muka panik)
Kevin:”Halah bohong biasanya kamu ditanya aja bisa.”
Alvin: “Ga juga kok, tapi bener bener kali ini aku ga baca materi, memangnya hari ini materinya apa kok kamu sampai murung gitu, biasa aja dong, palingan dimarahin, gabakal berani mukul.”
Kevin:”Mau tau apa hukumannya kalau jawabanmu salah?”
Alvin: “Apa ?”
Kevin: “Joget oplosan kayak yang di YKS”
Alvin :” Meh udah biasa, ga sekalian goyang cesar?”
Kevin:”Nggak, yang lebih parah itu ntar kamu disuruh goyang....”
Alvin:”Goyang apa?”
Kevin:”Pengin tahu?”
Alvin:”Yaaa.”
Kevin:” Goyang HELICOPTEEEER.” (Sambil niruin gaya Wak Sunari Helicopteran)
Alvin:” What the...”



Saya Datang

Pada zaman dinasti Song, ada seorang pencuri yang terkenal dengan panggilan ‘saya datang’ di Hangzhou. Setiap dia  mencuri, dia tidak meninggalkan jejak apapun kecuali nama julukannya di dinding rumah korbannya. Penduduk kota kesal karena rumah mereka sering kali  dimasukinya. Pencarian dilaksanakan dan akhirnya orang  tersebut berhasil tertangkap dan dibawa menghadap hakim kota praja.
“Apakah anda mempunyai bukti bahwa dia bersalah?” tanya hakim
kepada polisi.
“Tidak salah lagi yang mulia,” jawab petugas. Tetapi orang itu menyangkap tuduhan tersebut.
“Yang mulia, Anda menangkap orang yang salah”, protesnya.  “Polisi sudah putus asa dan menjadikan saya kambing hitamnya.
Mereka tidak punya bukti”
Polisi memperingatkan hakim : “Kami sudah bersusah payah menangkapnya, Yang Mulia. Jika Yang Mulia melepaskannya, sangatlah sukar bagi kami untuk menangkapnya kembali.”
Meskipun tidak ada bukti, hakim memerintahkan supaya dia  ditempatkan di tahanan sambil menunggu pemeriksaan lebih  lanjut. Sesuai dengan adat yang berlaku, seorang tahanan harus memberi uang kepada penjaga penjara pada waktu masuk penjara.
“Saya tidak mempunyai apa-apa sekarang” kata orang tersebut  pada penjaga penjara. “Mereka menangkap saya dan mengambil  beberapa miliku. Tapi saya mempunyai beberapa perak di Gunung Than. Saya ingin memberikannya pada Anda. Saya  menyembumyikannya di bawah bata yang pecah dalam kuil. Pergilah kesana, berpura-puralah sembahyang dan ambil perak itu.
Penjaga penjara semula tidak yakin. Tapi ternyata dia  benar-benar menemukan 20 ons perak. Dia sangat senang dan mulai memperlakukan tahanan itu seperti temannya.
“Saya mempunyai bungkusan yang saya sembunyikan dibawah  jembatan. Saya ingin memberikannya kepada Anda juga” kata tahanan itu beberapa hari kemudian.
“Tapi jembatan sangat ramai, bagaimana saya dapat membawa  sesuatu tanpa ketahuan” Jwab penjaga.
“Bawalah beberapa pakaian, pura-puralah mencuci. Kemudian ambilah bungkusan tersebut dan sembunyikan di keranjang cucian Anda” Penjaga penjara melakukan apa yang diusulkan tahanan dan menemukan 300 ons perak dalam bungkusan itu.
Beberapa hari kemudian, tahanan memunta pertolongan pada penjaga penjara, “Saya ingin meminta pertolongan Anda. Saya ingin pulang ke rumah saya besok malam. Saya akan kembali sebelum Shubuh.”
Melihat keraguan penjaga itu, dia berkata lagi “Jangan  kuatir, teman. Kenapa saya harus kabur? Polisi sudah menangkap orang yang salah dan hakim tidak dapat menuntut saya. Tidak ada bukti. Saya yakin akan dilepaskan dengan segera. Saya akan kembali dalam waktu 4 jam” Janji tahanan itu pada penjaga. Kemudian penjaga itu mengizinkan tahanan tersebut untuk pulang. Setelah beberapa jam,“Saya kembali”
“Bagus, kamu menepati janjimu” “Saya tidak mau kamu terlibat masalah karena saya. Saya meninggalkan sesuatu ditumahmu sebagai tanda penghargaan.  Saya berharap saya dapat segera dibebaskan” Penjaga kurang mengerti ucapan orang itu, dan dia bergegas pulang ke rumahnya.
“Kamu kembali di saat yang tepat,” kata istrinya dengan gembira. “Saya ingin memberitahumu bahwa waktu shubuh tadi  saya mendengar suara dari atap. Seseorang menjatuhkan bungkusan ke dalam rumah. Ketika saya buka, isinya emas dan perak. Surga sedang menurunkan rakhmatnya di atas kita!” Dia kembali ke penjara untuk mengucapkan terima kasih. Pada  hari itu juga beberapa keluarga melaporkan pencurian pada malam sebelumnya. Di dinding tiap ruimah ada tulisan “Saya Datang”.
Ketika hakim mendengar hal ini, dia memerintahkan agar orang  itu segera dibebaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar